Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 103136
Pengunjung : 44932
Hari ini : 27
Hits hari ini : 40
Member Online : 1
IP : 44.201.99.222
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

ppws_online    ponpesdazma@gmail.com
Agenda
06 December 2022
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7

CALON SANTRI BARU MENINGKAT 500 PERSEN

Tanggal : 05/24/2021, 20:15:12, dibaca 772 kali.
Manggilang, DAZMA - Puluhan calon santri baru bersama orang tuanya antusias mengikuti tes masuk ke Pondok Pesantren Daruz Zikri Manggilang. Kegiatan ini cukup menyita fokus mereka, menyusul proses tersebut sudah menjadi prosedur dan bagian dari pada syarat untuk dapat masuk menjadi santri/pelajar di sekolah agama yang berada di Ujuang Koto Tuo, Seberang Pasar Manggilang tersebut.

Sejumlah tes, seperti membaca alquran, ujian tertulis, dan interview/wawancara langsung bersama santri turut dijalani sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pesantren.

"Tentu saja buat calon santri. Namun kita juga melakukan wawancara dengan orang tua yang bakal menyerahkan anaknya untuk kita didik di sini," kata Kepala Wustha Ponpes Dazma, ust Muhammad Wadi, S.Sos yang langsung menjadi salah seorang tim penguji, Senin 24/5-21 di ruang belajar Dazma.

Untuk tahun ke-dua penerimaan santri baru kali ini, Dazma sengaja untuk membatasi calon santri yang bakal diterima. Karena keterbatasan fasilitas yang dimiliki.
Untuk tahun ini Dazma menargetkan untuk menerima dua rombel (lokal) saja. Walaupun melihat daftar peserta/calon santri yang sudah mendaftar sudah melebihi target sebelumnya. Bahkan meningkat 500 persen dari jumlah peserta didik di tahun pertama Dazma buka yang cuma berjumlah 13 santri.

Tentu saja hal tersebut menandakan bahwa minat masyarakat mulai tinggi untuk menyekolahkan anak di sini. Terutama warga Manggilang dan daerah-daerah tetangga yang selama ini kesulitan mencari pesantren tempat bersekolah anak mereka. Bahkan hingga ke luar Provinsi Sumbar. Sehingga sangat berat bagi mereka. Apalagi dari sisi ekonomis.

"Kehadiran Pesantren kita seperti saat ini, tentu membuka peluang bagi masyarakat untuk dapat menyekolahkan anak mereka di sekolah agama dengan biaya yang terjangkau pula," tambahnya.

Ia juga menambahkan, untuk rangkaian persyaratan masuk Dazma kali ini dimulai dari masa pendaftaran dengan mengisi formulir pendaftaran yang ditutup minggu lalu pada Kamis 20/5-21. Lalu dilanjutkan dengan tahap ke-dua yakni tes secara tertulis,membaca alquran, dan interview, termasuk wawancara orang tua calon santri.

"Nanti akan kita umumkan calon santri yang dinyatakan layak untuk diterima di Dazma, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," imbuhnya lagi.
Setelah itu, tambah mahasiswa S2 UIN Suska tersebut, calon santri yang dinyatakan lulus melakukan pendaftaran ulang dan membayar uang masuk sekolah serta biaya di tahun pertama.

"Boleh diangsur hingga lunas sebelum ujian naik kelas dua nanti. Tapi, jika mampu sebaiknya dilunasi. Agar tidak repot," katanya.


Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas