Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 103124
Pengunjung : 44928
Hari ini : 23
Hits hari ini : 28
Member Online : 1
IP : 44.201.99.222
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

ppws_online    ponpesdazma@gmail.com
Agenda
06 December 2022
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7

DAZMA MULAI BANGUN JARINGAN MASUK PERGURUAN TINGGI

Tanggal : 06/20/2021, 01:26:45, dibaca 835 kali.
Manggilang, DAZMA - Pondok Pesantren Daruz Zikri Manggilang membangun jaringan dengan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) untuk mempermudah para lulusan berprestasi untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi (kuliah) setelah tamat di Dazma nanti.

LTMPT merupakan suatu lembaga di bawah naungan Kementerian Pendidikan yang bergerak sebagai penyelenggara tes masuk perguruan tinggi. Lembaga ini dicetus/didirikan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia.

"Kita sudah memiliki akun khusus dan terdaftar sebagai salah satu sekolah yang bisa mengikuti tes masuk perguruan tinggi bagi santri berprestasi lulusan sekolah ini nati," kata Operator Dazma Murnizal Efendi, Jumat 10/6-21.

Ia menyebutkan, perluasan jaringan tersebut mesti dipersiapkan Dazma sejak dini. Meskipun saat ini pesantren yang berada di Ujuang Koto Tuo Manggilang tersebut masih baru memiliki anak setingkat SMP (Wustha).

Dengan kata lain, persiapan ini untuk menyongsong atau membantu jawaban "kebingungan" lima atau enam tahun ke depan. Mau kemana anak setelah tamat Dazma nanti?; Seperti pertanyaan yang mungkin dipertanyakan oleh masyarakat yang belum sepenuhnya tahu dengan kedudukan Dazma saat ini.

"Kita terus melakukan penguatan-penguatan dari segala sisi. Sesuai instruksi pimpinan agar dapat menciptakan terobosan-terobosan yang membuat Dazma terus lebih baik," tambahnya.

"Tentu perlu kita beritahukan. Karena ada juga yang menganggap, bahkan tamat setingkat SMP saja di Dazma tidak bisa melanjutkan ke sekolah negeri atau ke jenjang SMA," tambah pria yang akrab disapa Idal ini.

"Kita kan sudah memiliki NPSN. Artinya, kita sudah terdata lho setingkat Nasional."

"Justru sekolah-sekolah yang belum punya ini lah (NPSN) yang patut dikeragui. Tidak pesuli apakah itu sekolah elit dengan biaya yang sangat mahal sekali pun," mengakhiri gerutunya sambil nyeruduk kopi siang selepas Jumat tersebut.


Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas