Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 80824
Pengunjung : 33536
Hari ini : 71
Hits hari ini : 465
Member Online : 1
IP : 3.236.225.157
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

ppws_online    ponpesdazma@gmail.com
Agenda
14 August 2022
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Camat Ungkap Kebanggaan Ada Dazma Depan Gubernur

Tanggal : 10/14/2021, 17:40:11, dibaca 568 kali.

Sopang, DAZMA - Camat Pangkalan Koto Baru mengungkapkan kebanggaan masyarakat akan keberadaan Pondok Pesantren Daruz Zikri Manggilang di depan Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi Ansharullah.

Ungkapan kebanggaan masyarakat Kecamatan Pangkalan tersebut menjadi salah satu poin penting penyampaian pak Camat di sela kegiatan kunjungan Gubernur ke Jorong Sopang, Nagari Pangkalan.

Kegiatan di bidang keagamaan saat ini semakin bagus di Pangkalan. Bahkan, kita sudah sampai mendirikan pesantren Daruz Zikri di Manggilang," ungkap Camat Pangkalan, Zulkifli Lubis Minggu 10/10-21.

Betapa Pak Camat tidak bangga; karena pesantren adalah wadah pengembangan ilmu, membentuk generasi yang agamis di masa mendatang. Apalagi Dazma juga merupakan pesantren salafiyah pertama di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Sebelumnya, pada satu pertemuan khusus dan diskusi ringan di Kantor Camat Pangkalan, beliau juga sempat menyebutkan kalau Manggilang dan Pesantrennya di luar dugaan. Dengan waktu yang singkat, bisa berkembang bagus pada hari ini.

"Ini lah yang betul-betul pesantren murni di kampung kita. Semoga terus akur dengan masyarakat dan seluruh elemen. Tanpa ada polemik. Apalagi yang tidak penting dan dapt menghambat kemajuan kita," kata Pak Camat.

GUBERNUR: BERAWAL KEJUJURAN



Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menasehati masyarakat agar selalu mengawali perbuatan dengan kejujuran dan keikhlasan.

"Kita mesti jujur. Kadang-kadang masyarakat sulit untuk sejahtera karena tidak jujur dalam bertindak, sehinnga yang sulit kita juga," kata Pak Gubernur pada sambutannya, sebelum peletakan batu pertama pengembangan pembangunan Masjid Sopang.

Meskipun muara pembicaraannya saat itu lebih menyoroti perilaku petani (gambir) dan pembangunan bidang keagamaan lainnya. Karena menurut beliau, terkadang masyarakat malah suka berbuat curang dalam berproduksi dan bekerjasama dengan "pakang yang sudah jelas tidak benar".

"Ujung-ujungnya hasil dari mutu produksi kita di bawah standar. Otomatis harga menjadi rendah. 'Mereka' mah enak. Punya alat untuk mengolah/penyaringan kembali. Bisa menjualnya dengan harga jauh lebih tinggi, yang seharusnya bisa dinikmati petani," nasehat Gubernur.

Nasehat tersebut juga sangat relevans dengan pembangunan pesantren di Manggilang. Dimana para pengurus bersama semua elemen, memang bergerak untuk mendirikan Dazma dengan mengutamakan keikhlasan serta kejujuran. Demi mencapai manfaat untuk bersama. Tidak saja buat orang Manggilang, namun keberkahannya juga diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat mana pun.



Hal ini pula yang menjadi salah satu kunci dalam pendirian pesantren di Manggilang. Alhamdulillah, hasilnya seperti yang dapat dilihat. Setiap saat semakin ada kemajuan. Walaupun dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, karena masih sangat baru. Wallahua'lam.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas