Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 112975
Pengunjung : 49698
Hari ini : 25
Hits hari ini : 53
Member Online : 1
IP : 18.232.179.5
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

ppws_online    ponpesdazma@gmail.com
Agenda
27 January 2023
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Tobatnya Sang Sopir Taronton

Tanggal : 12-11-2020 00:17, dibaca 763 kali.

Apa gunanya uang saya kejar, pak. Kalau ndak pandai sembahyang dan mengaji, " kata Rahman. Seorang sopir truck besar dan memiliki SIM B2 Umum yang memutuskan belajar/masuk pesantren Dazma.

Aulia Rahman, pria tinggi besar dan berawakan manis ini tidak segan-segan atau malu mengungkap segala kekurangannya dalam hal ilmu agama. Meski seabrek pengalaman yang ia dapat selama bekerja naik turun truck di Lintas Sumatera, sejak masih seumuran SD.

Awalnya, curhatan dan keinginan beliau sulit dipercaya. Termasuk oleh orang tuanya yang sebulan belakangan ini telah mengantarkannya ke Pompes Dazma, yang terletak di Ujung Koto Tuo Manggilang.

Ternyata, apa yang ia sampaikan itu dibuktikannya dengan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai seorang sopir di satu perusahaan besar di Pekanbaru. Walaupun sebenarnya dirinya adalah orang paling dekat sekaligus kepercayaan bos tempat ia bekerja.

Sontak, hal tersebut membuat orang-orang sekelilingnya terkejut bercampur haru. "Apalagi, melihat tingkah laku dia yang selama ini sedikit 'nakal' dan jauh dari kata taat agama, " Kisah orang tua pria asal Lubuak Nago, Pangkalan ini kepada buya di pesantren Dazma.

Kini, Rahman sudah tinggal di pesantren. Dia pun mulai belajar mengaji dari dasar. Disamping membetulkan ilmu Fiqih, mulai dari bersuci hingga belajar berbagai macam sholat dan bacaannya serta doa-doa. Tak lama lagi ia akan masuk ke Al-Quran.

Kita mendoakan agar Allah membantunya dalam menuntut ilmu serta mempermudah segala kesulitannya.

= Bangga dengan Pemuda yang mau belajar agama =

Sebetulnya, bagi pesantren, kedatangan orang-orang semacam Rahman ini adalah suatu yang sangat membanggakan. Begitulah hendaknya. Tidak ada batasan umur untuk belajar. Namun, jangan sampai menunggu tua pula, baru "ingat surau". Atau ingin belajar. Akan menemui kesulitan lebih saat belajar bagi yang sudah sangat berumur.

Baru-baru ini kita juga ditinggalkan seorang pemuda yang serius belajar sembahyang dan mengaji di Dazma. Yaitu Galeh Mardianto. Pemuda dari Tembilahan yang mencari Dazma hanya karena melihat video di Youtube dan nekad mencoba mencari kontak serta jalan ke sini.

Selama lebih kurang tiga bulan Galeh, si pemuda keturunan orang Jawa ini di Dazma. Kini ia mencoba memikul tanggung jawab dan membantu keluarga dengan membuka usaha di kampung halamannya.

Sebelumnya, di Dazma ia memang belum bisa "apa-apa" soal solat atau mengaji. Namun berkat kegigihannya, dia pun mulai belajar dari huruf alif. Hingga bisa menjadi imam sholat serta hafal doa-doa. Paling tidak buat diri dan keluarganya.

Walau berat hati untuk melepasnya. Namun kita terus mendoakan agar ia istiqamah dalam agama dan semakin bertambah ilmunya. Karena, walau bagaimanapun, hubungan murid dengan guru tidak boleh terputus. Ada adab yang harus sama-sama dijaga. Baik oleh murid, maupun guru sendiri. Kalau tidak, maka diri kita jua yang celaka.

Banyak hal sebetulnya yang belum dapat diceritakan tentang pemuda-pemuda ini. Namun, setidaknya dua kisah anak muda ini patut diapresiasi dan menjadi pembelajaran bagi kita semua. Karena kita tidak tahu kapan Allah menetapkan ajal masing-masing.

Belajarlah, selagi muda. Tak perlu malu. Karena tidak ada batas umur untuk belajar.

Apa guna uang, atau dunia kita kejar. Sementara tidak tahu dengan agama, serta jauh dari Tuhan. Jangan sia-siakan kesempatan beramal dalam hidup ini.

Karena sesungguhnya, akhirat itu lebih baik dari pada dunia. Kita hidup, pun untuk mencari bekal ke akhirat sebanyak-banyaknya.. Wallahu a'lam.


Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas